Politik

Fraksi PKS Soroti Tingginya SiLPA, Penanganan Banjir hingga Optimalisasi PAD 

Medan, buanapagi.com – raksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Kota Medan menyampaikan sejumlah catatan kritis dan pertanyaan kepada Pemerintah Kota Medan dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Medan dengan agenda Penyampaian Pemandangan Umum Fraksi-Fraksi terhadap Laporan Pertanggungjawaban (LPj) Pelaksanaan APBD Kota Medan Tahun Anggaran 2025, yang digelar di Gedung DPRD Kota Medan, Senin (15/5/2026).

Pemandangan Umum Fraksi PKS disampaikan oleh juru bicara fraksi, Hj. Sri Rezeki, A.Md, yang menegaskan bahwa setelah mempelajari laporan pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025, terdapat sejumlah hal yang menjadi perhatian dan perlu mendapat penjelasan lebih lanjut dari Pemerintah Kota Medan.

Sorotan pertama Fraksi PKS tertuju pada tingginya Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) Tahun Anggaran 2025 yang mencapai Rp592,217 miliar. Angka tersebut meningkat tajam dibandingkan SiLPA Tahun Anggaran 2024 yang sebesar Rp105,253 miliar. “Fraksi PKS mempertanyakan faktor-faktor dan kendala yang menyebabkan tingginya SiLPA tersebut serta meminta penjelasan terkait proyeksi dan pemanfaatannya pada tahun anggaran berikutnya, ” kata Sri Rezeki. 

Selanjutnya, Fraksi PKS juga menyoroti persoalan banjir yang masih terjadi di sejumlah wilayah Kota Medan. Di tengah tingginya curah hujan dalam beberapa waktu terakhir, masih terdapat titik-titik rawan banjir bahkan di kawasan yang sebelumnya tidak pernah terdampak. Kondisi ini dinilai perlu mendapat perhatian serius, terlebih realisasi Belanja Jalan, Irigasi, dan Jaringan pada Tahun 2025 mengalami penurunan signifikan menjadi Rp226,721 miliar dibandingkan Tahun 2024 yang mencapai Rp423,161 miliar.

“Fraksi PKS mempertanyakan penyebab penurunan belanja infrastruktur tersebut serta langkah-langkah konkret yang telah dan akan dilakukan Pemerintah Kota Medan dalam mengatasi persoalan banjir yang terus menjadi keluhan masyarakat,” ujar Sri Rezeki.

Selain itu, Fraksi PKS menilai realisasi Belanja Daerah Tahun Anggaran 2025 yang mencapai lebih dari Rp5,8 triliun atau sebesar 82,56 persen dari target masih belum optimal. Karena itu, Fraksi PKS meminta penjelasan mengenai faktor-faktor yang menyebabkan rendahnya serapan anggaran serta strategi yang akan diterapkan untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaan anggaran pada masa mendatang.(bp1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *