Politik

Kritik Proyek BRT, Jangan Utamakan Teknologi Jika Medan Masih Dilanda Banjir

Medan, buanapagi.com – Anggota DPRD Kota Medan, Lailatul Badri, mengkritisi proyek strategis nasional Bus Rapid Transit (BRT) Mebidangro (Medan-Binjai-Deli Serdang) yang saat ini tengah dipersiapkan pemerintah.

Kritik tersebut disampaikan Sekretaris Fraksi Hanura-PKB DPRD Medan itu saat membacakan pemandangan umum fraksinya terhadap Ranperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kota Medan Tahun Anggaran 2025 dalam rapat paripurna DPRD Medan, Senin (15/6/206).

Menurut Lailatul Badri, proyek BRT senilai Rp1,9 triliun dari Kementerian Perhubungan berpotensi menimbulkan kemacetan baru akibat penyempitan ruas jalan yang akan digunakan sebagai jalur khusus bus.

“Proyek BRT ini akan menyebabkan penyempitan ruang jalan dan berpotensi memunculkan kemacetan baru di Kota Medan,” ujarnya.

Politisi PKB yang akrab disapa Lela itu juga mempertanyakan transparansi anggaran pendamping yang harus disiapkan Pemerintah Kota Medan serta langkah mitigasi kemacetan yang telah direncanakan Dinas Perhubungan.

Selain itu, ia menilai operasional BRT yang direncanakan mulai berjalan pada 2028 akan menambah beban APBD Kota Medan, termasuk untuk biaya operasional dan pengadaan kembali Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) yang terdampak pembangunan jalur BRT.

“Sejumlah LPJU yang sudah terpasang akan dicabut sehingga dipastikan perlu pengadaan baru. Ini tentu menjadi tambahan beban anggaran daerah,” katanya.

Lela juga menyoroti Dinas Lingkungan Hidup (DLH) terkait pemangkasan pohon yang dilakukan untuk mendukung pembangunan jalur BRT. Ia meminta Pemko Medan menyiapkan pohon pengganti guna menjaga keseimbangan lingkungan.

Lebih jauh, anggota Komisi IV DPRD Medan itu menegaskan bahwa persoalan banjir seharusnya menjadi prioritas utama pemerintah dibandingkan pembangunan berbasis teknologi.

“Pemko Medan sebaiknya lebih fokus mengatasi banjir yang masih terus terjadi. Jangan mengutamakan teknologi jika Kota Medan masih tenggelam karena banjir. Teknologi tidak akan banyak berguna jika persoalan dasar masyarakat belum terselesaikan,” tegasnya.(lin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *