Ekonomi

Harga Cabai Merah Tembus 50 Ribu Per Kg, Simak Pemicunya!

Medan, buanapagi.com – Berdasarkan hasil pemantauan melalui PIHPS (pusat informasi harga pangan strategis), harga cabai merah di Kota Medan naik hingga menyentuh 52.500 per Kg di pusat pasar. Harga tersbeut jauh melampaui kenaikan perdagangan sehari sebelumnya yang smepat berada dikisaran level 36.500 per Kg. Ada beberapa faktor pemicu kenaikan harga cabai merah pada saat ini.

Pertama adalah faktor cuaca. Saat ini curah hujan tinggi masih sering terjadi di sejumlah wilayah yang ada di Sumut. Yang berpotensi mengganggu proses distribusi dan produksi (panen), ditambah dengan gangguan pemadaman listrik yang juga turut berpotensi membuat pembentukan harga di level pedagang besar berantakan.

Disaat terjadi hujan deras, petani kerap menunda panen. Karena pertimbangan faktor keamanan hingga masalah distribusi cabai. Sementara di level distribusi (pedagang), penyusutan ditambah kondisi pasar yang bisa saja sepi pengunjung. Hal ini kerap membuat harga cabai bergerak volatile dan cukup liar di pasaran.

Kedua ada demand yang cukup besar untuk sejumlah wilayah di luar Sumut. Wilayah Riau, Jambi hingga Jakarta terpantau melakukan pembelian cabai ke wilayah Sumut. Permintaan yang tinggi membuat pembentukan harga cabai di Sumut ke harga yang lebih mahal.

Ketiga adalah faktor dimana HPP (harga pokok produksi) yang alami kenaikan dan berpeluang mendorong terjadinya kenaikan harga jual cabai itu sendiri. Sepeerti yang kita ketahui kenaikan harga plastik, dan kenaikan biaya input produksi lainnya sudah mulai terjadi sejak perang Iran – AS pecah. Dan dampaknya ke harga akan mulai dirasakan konsumen pada bulan ini.

Menurut pengamat ekonomi Sumut Benjamin Gunawan, Rabu (10/6/2026) meskipun sejauh ini faktor pemicu dominannya adalah karena cuaca. Namun potensi harga cabai bertahan mahal, atau dalam tren kenaikan masih sangat terbuka. Cuaca akan lebih bersifat sementara dan fluktuatif. Namun kenaikan biaya input produksi yang sempat terjadi dalam tiga bulan terkahir ini berpeluang menciptakan potensi kenaikan harga secara fundamental.(bp/1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *