Ekonomi

Harga Pertamax Naik, IHSG Berfluktuasi di Awal Perdagangan di Tengah Sentimen Global

Medan, buanapagi.com – Pergerakan pasar keuangan domestik pada perdagangan hari ini dibayangi oleh kombinasi sentimen global dan kebijakan dalam negeri. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat bergerak di zona merah pada awal perdagangan sebelum perlahan memangkas pelemahan dan berupaya kembali ke jalur penguatan.

Mayoritas bursa saham Asia juga dibuka melemah seiring meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah. Kekhawatiran investor terhadap eskalasi konflik dan potensi gangguan terhadap stabilitas ekonomi global mendorong pelaku pasar untuk lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan investasi, demikian dikatakan pengamat ekonomi Sumut Benjamin Gunawan, Rabu (10/6/2026).

Di dalam negeri, kata Gunawan, perhatian pasar turut tertuju pada kebijakan pemerintah yang mulai memberlakukan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax. Kebijakan tersebut dinilai sebagai langkah untuk menjaga kesehatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di tengah tantangan ekonomi global yang masih berlangsung.

Menurutnya, analis menilai kenaikan harga Pertamax berpotensi memberikan dampak ganda terhadap perekonomian nasional. Di satu sisi, kebijakan tersebut dapat membantu mengurangi tekanan fiskal pemerintah dan menekan kebutuhan subsidi maupun kompensasi energi. Namun di sisi lain, kenaikan harga BBM berisiko mendorong laju inflasi karena meningkatnya biaya transportasi dan distribusi barang.

Pelaku pasar juga mencermati potensi perubahan pola konsumsi masyarakat akibat kenaikan harga Pertamax. Kekhawatiran muncul terkait kemungkinan terjadinya peralihan sebagian pengguna Pertamax ke BBM dengan harga yang lebih rendah, yang dapat memengaruhi dinamika konsumsi energi nasional.

Sementara itu, nilai tukar rupiah menunjukkan penguatan terhadap dolar Amerika Serikat setelah sebelumnya mendapat dukungan dari kebijakan moneter ketat yang ditempuh Bank Indonesia. Penguatan rupiah dinilai menjadi salah satu faktor yang membantu menjaga sentimen positif di pasar keuangan domestik, termasuk pasar saham.

Pada perdagangan hari ini, investor juga menantikan rilis data Indeks Kepercayaan Konsumen yang diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai prospek daya beli masyarakat dalam beberapa bulan mendatang. Meski demikian, sejumlah pelaku pasar menilai pengaruh data tersebut kemungkinan tidak akan sebesar dampak sentimen global maupun kebijakan harga energi yang saat ini menjadi perhatian utama.

Di pasar komoditas, harga emas dunia bergerak melemah seiring meningkatnya ekspektasi bahwa sejumlah bank sentral global masih akan mempertahankan kebijakan suku bunga tinggi untuk menjaga stabilitas inflasi. Kondisi tersebut mengurangi daya tarik aset yang tidak memberikan imbal hasil, seperti emas.

“Secara keseluruhan, pasar keuangan Indonesia masih menghadapi tantangan dari ketidakpastian global dan penyesuaian kebijakan domestik. Meski demikian, stabilitas nilai tukar rupiah serta prospek ekonomi nasional yang tetap terjaga diharapkan dapat menjadi penopang bagi pergerakan pasar dalam jangka menengah”, pungkasnya. (bp/ril)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *