Medan, buanapagi.com – Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Sumatera Utara terus memperkuat konektivitas transportasi di berbagai wilayah, termasuk daerah kepulauan, pesisir, dan kawasan yang masih memiliki keterbatasan akses transportasi.
Upaya tersebut dilakukan melalui sejumlah program strategis yang diarahkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan transportasi sekaligus mendukung pemerataan pembangunan di Sumatera Utara.
Dalam pemaparannya, Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Provinsi Sumatera Utara Yuda Pratiwi Setiawan, menyampaikan sejumlah target kinerja di bidang perhubungan.
Salah satu fokusnya adalah peningkatan cakupan pelayanan transportasi dan konektivitas antardaerah secara bertahap hingga mencapai target yang telah ditetapkan pemerintah.
“Selain pembangunan dan peningkatan jaringan transportasi, Dishub Sumut juga menaruh perhatian terhadap integrasi antarmoda. Integrasi tersebut dinilai penting untuk memudahkan mobilitas masyarakat dan mendukung kelancaran distribusi logistik antarwilayah”, ujar Yuda Pratiwi Setiawan, kepada wartawan, (25/9/2026).
Khusus wilayah kepulauan dan pesisir, katanya, pemerintah juga mendorong peningkatan keandalan transportasi penyeberangan. Hal ini diperlukan untuk memastikan masyarakat tetap memiliki akses transportasi yang aman dan memadai, sekaligus menjamin kelancaran distribusi kebutuhan pokok dan logistik.
“Salah satu program yang menjadi perhatian adalah penyediaan transportasi gratis bagi anak sekolah di daerah tertinggal. Program ini ditujukan bagi pelajar yang selama ini harus menempuh jarak cukup jauh untuk menuju sekolah”, katanya.
Melalui fasilitas transportasi tersebut, pemerintah berharap anak-anak di daerah dengan keterbatasan akses dapat berangkat dan pulang sekolah dengan lebih aman dan nyaman.
Program transportasi sekolah tersebut akan dilaksanakan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi dan kebutuhan masing-masing wilayah. Sejumlah kabupaten di Sumatera Utara menjadi sasaran program tersebut.
“Kabupaten Samosir menjadi salah satu wilayah yang disebut dalam pelaksanaan program transportasi sekolah. Kehadiran angkutan tersebut diharapkan dapat membantu pelajar sekaligus memberikan kemudahan bagi masyarakat di wilayah yang memiliki tantangan geografis”, jelasnya.
Program ini juga diharapkan dapat mendukung peningkatan akses pendidikan. Dengan tersedianya transportasi, anak-anak yang sebelumnya memiliki kendala perjalanan menuju sekolah diharapkan tidak lagi menghadapi hambatan transportasi dalam mengikuti kegiatan belajar.
Yudha menegaskan bahwa pembangunan transportasi membutuhkan proses, waktu, serta dukungan berbagai pihak. Kondisi geografis dan karakteristik setiap daerah menjadi tantangan tersendiri dalam membangun jaringan transportasi yang merata.
Karena itu, diperlukan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, serta masyarakat dalam mewujudkan sistem transportasi yang semakin terintegrasi.
Pemerintah berharap berbagai program tersebut dapat meningkatkan konektivitas antarwilayah, memperlancar mobilitas masyarakat, serta mendukung pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan di Sumatera Utara.
“Selain itu, peningkatan pelayanan transportasi diharapkan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, terutama mereka yang tinggal di wilayah kepulauan, pesisir, dan daerah yang selama ini masih menghadapi keterbatasan akses transportasi”, pungkasnya. (bp3)



