Hukum&Kriminal

Mahasiswa di Binjai Dibacok OTK, Tubuh Korban Dijahit 19 Jahitan

Binjai, buanapagi.com – Aksi penyerangan menggunakan senjata tajam terjadi di Kota Binjai, Sumatera Utara. Seorang mahasiswa asal Tanjung Langkat, Ridho Febrian (20), menjadi korban pembacokan oleh orang tak dikenal (OTK) saat berada di loket Sempati Star, Jalan T. Amir Hamzah, Kelurahan Pahlawan, Kecamatan Binjai Utara, Rabu (19/8/2026) sore.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 17.05 WIB. Korban diduga diserang secara tiba-tiba oleh sekelompok orang yang identitasnya hingga kini masih dalam penyelidikan polisi.

Akibat penyerangan itu, Ridho mengalami luka bacok pada bagian tubuh. Luka yang cukup serius tersebut membuat korban harus mendapat penanganan medis dan menjalani 19 jahitan.

Kanit Pidana Umum (Pidum) Satreskrim Polres Binjai, Ipda Jun Fredy Sembiring, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia menegaskan bahwa pihaknya mengecam keras aksi kekerasan yang mengakibatkan korban terluka.

“Benar. Kita sangat mengecam aksi pelaku yang menganiaya dengan membacok Ridho secara brutal,” ujar Jun Fredy kepada wartawan.

Berdasarkan keterangan sejumlah saksi di lokasi, pelaku diduga berjumlah sekitar 15 orang. Mereka disebut mengenakan penutup wajah atau sebo dan membawa senjata tajam ketika mendatangi lokasi.

Kelompok tersebut diduga datang menggunakan satu unit minibus Toyota Calya berwarna putih serta lima sepeda motor. Setelah melakukan penyerangan, para pelaku kemudian meninggalkan lokasi.

Warga dan orang-orang yang berada di sekitar lokasi selanjutnya memberikan pertolongan kepada korban. Ridho kemudian dibawa untuk mendapatkan perawatan medis sebelum akhirnya dirujuk ke RSU Djoelham Binjai.

Pihak kepolisian memastikan kondisi korban menjadi salah satu perhatian dalam penanganan kasus tersebut. Koordinasi dengan tim medis juga dilakukan untuk memastikan korban mendapatkan perawatan yang diperlukan.

“Kanit Pidum sudah berkoordinasi dengan tim dokter dan memastikan korban ditangani secara serius. Kita harap pelaku segera tertangkap dan diproses sesuai hukum,” kata Jun Fredy.

Sementara itu, Kapolres Binjai AKBP R. Bimo Moernanda mengatakan, pihaknya telah memerintahkan jajaran terkait untuk melakukan penyelidikan guna mengungkap identitas dan keberadaan para pelaku.

Polisi juga telah meminta keterangan sejumlah saksi yang berada di lokasi saat kejadian. Lokasi penyerangan turut diamankan untuk mendukung proses penyelidikan dan pengumpulan barang bukti.

Hingga kini, polisi masih memburu para pelaku. Motif penyerangan maupun identitas kelompok yang melakukan pembacokan tersebut masih dalam penyelidikan.

Kapolres Binjai menegaskan bahwa pihaknya akan berupaya maksimal mengungkap kasus tersebut dan menangkap seluruh pelaku untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai hukum yang berlaku. (Lala)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *