Asahan, buanapagi.com – Suasana hangat penuh kekeluargaan terasa di Rumah Adat Sopo Godang Tabagsel, Sabtu (25/4/2025). Di tempat yang sarat nilai sejarah dan budaya itu, pengurus Lembaga Adat Dalihan Natolu Tapanuli Bagian Selatan Kabupaten Asahan periode 2025 – 2029 resmi dilantik.
Prosesi berlangsung dengan nuansa adat yang kental. Lantunan ayat suci Al – Qur’an membuka acara, diikuti doa bersama yang mengalirkan harapan bagi perjalanan organisasi ke depan. Lagu Indonesia Raya menggema, mempertegas semangat kebangsaan yang menyatu dengan nilai adat.
Bagi masyarakat Tabagsel, Dalihan Natolu bukan sekadar simbol, melainkan falsafah hidup yang menekankan keseimbangan, saling menghormati, dan kebersamaan. Nilai-nilai inilah yang ingin terus dijaga di tengah perubahan zaman.
Asisten Pemerintah dan Kesra Kabupaten Asahan, M. Azmi Ismail, dalam sambutan Bupati menegaskan pentingnya keberadaan lembaga adat sebagai perekat sosial. “Kita tidak ingin budaya hanya menjadi cerita masa lalu. Generasi muda harus mengenal dan meneruskan nilai-nilai luhur ini,” ujarnya.
Pesan tersebut seolah menjadi pengingat bahwa modernisasi tidak boleh menggerus identitas budaya. Justru sebaliknya, adat harus menjadi fondasi dalam membangun masyarakat yang harmonis.
Sementara Ketua Lembaga Adat Tabagsel yang baru dilantik, H. Nauli Parlaungan Siregar, menyampaikan tekad untuk membawa organisasi lebih dekat dengan masyarakat. Ia menyebutkan bahwa warga Tabagsel di Asahan mencapai sekitar 17 persen, sebuah kekuatan sosial yang besar jika dikelola dengan baik.
Nauli Parlaungan Siregar juga mengajak seluruh anggota untuk menjaga solidaritas, termasuk dalam tradisi gotong royong saat menghadapi suka dan duka. “Kita mungkin tidak lagi hidup seperti di kampung halaman, tetapi nilai-nilai adat harus tetap kita wariskan kepada generasi berikutnya,” katanya.
Pelantikan ini bukan sekadar seremonial, melainkan awal dari tanggung jawab besar untuk menjaga budaya sekaligus berkontribusi dalam pembangunan daerah. Di tengah arus globalisasi, keberadaan lembaga adat seperti Dalihan Natolu menjadi benteng yang menjaga identitas, mempererat persaudaraan, dan meneguhkan jati diri masyarakat.(bp/dil)


