Jakarta, buanapagi.com – Direktorat Jenderal Survei dan Pemetaan Pertanahan dan Ruang (Ditjen SPPR) menerima kunjungan 50 orang mahasiswa semester 3 dan 5 Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM). Adapun kunjungan bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa terkait tugas, fungsi, dan praktik kerja profesional di lingkungan Kementerian ATR/BPN. Melalui kegiatan ini, mahasiswa mendapat gambaran terkait aplikasi ilmu kartografi dan penginderaan jauh pada instansi pemerintah.
Sekretaris Direktorat Jenderal SPPR, Yoga Suwarna, membuka kegiatan dengan menjelaskan struktur organisasi Kementerian ATR/BPN. Pada kesempatan ini, Yoga memaparkan bahwa Kementerian ATR/BPN terdiri dari 7 Direktorat Jenderal, 34 Kantor Wilayah BPN, dan 486 Kantor Pertanahan yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.
Lebih lanjut, Yoga menjelaskan program unggulan Kementerian ATR/BPN yaitu Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) Terintegrasi yang menggunakan foto udara untuk mempercepat pengukuran dan pemetaan bidang tanah. “Masih terdapat 17,3 juta Ha dari total 70,1 juta Ha areal penggunaan lain (APL) yang belum terpetakan dan baru 28,81% APL yang sudah memiliki foto udara. Dengan begitu, masih ada peluang bagi lulusan kartografi dan penginderaan jauh untuk bekerja di Kementerian ATR/BPN,” pungkasnya.
Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi yang membahas tugas dan fungsi Ditjen SPPR secara lebih mendetail. Materi pertama disampaikan secara langsung oleh Jeanita Hamalasari selaku Surveyor Pemetaan Ahli Madya pada Direktorat Pengukuran dan Pemetaan Dasar Pertanahan dan Ruang. “Masih banyak pekerjaan yang dapat dilakukan. Selain melengkapi foto udara, kami juga melakukan peningkatan kualitas data,” ujarnya.
Pada kesempatan ini, Jean mensimulasikan penggunaan petadasar.atrbpn.go.id untuk melihat database foto udara Kementerian ATR/BPN. “Kami memilih menggunakan drone untuk menangkap foto udara dibandingkan pesawat berawak,” ungkap Jean. Menurutnya, drone lebih efektif dan efisien sebab memiliki keakuratan tinggi dan lebih murah.
Materi berikutnya disampaikan oleh Nur Handayani selaku Penata Kadastral Ahli Madya pada Direktorat Survei dan Pemetaan Tematik. Handa menjelaskan penggunaan Artificial Intelligence (AI) untuk melakukan digitasi secara otomatis dengan bahan dasar foto udara. Kegiatan pun diteruskan dengan sesi tanya jawab. (bp/ril)





