Politik

Komisi IV DPRD Medan Geram, Anggaran Rp3 Miliar Pelebaran Jalan Meteorologi Dinilai Tak Pro Rakyat

Medan, buanapagi.com – Komisi IV DPRD Medan meluapkan kemarahan dalam rapat evaluasi bersama Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang (Perkimcikataru) Kota Medan.

Pasalnya, dinas tersebut tetap mengalokasikan anggaran sekitar Rp3 miliar pada Tahun Anggaran 2026 untuk menuntaskan pelebaran Jalan Meteorologi di perbatasan Desa Sampali, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang.

Ketua Komisi IV DPRD Medan, Paul Mei Anton Simanjuntak SH, menilai kebijakan itu tidak berpihak pada kepentingan warga Kota Medan. Menurutnya, Jalan Meteorologi lebih banyak dimanfaatkan sebagai akses menuju Perumahan Citraland yang berada di wilayah Kabupaten Deli Serdang. Ironisnya, proyek pelebaran jalan justru disebut menyebabkan penyempitan drainase dan memperparah banjir di wilayah Kota Medan.

“Ngapain dianggarkan lagi pelebaran Jalan Meteorologi itu? Itu hanya untuk kepentingan perumahan. Mereka tidak peduli dengan warga Medan, terbukti drainase malah dipersempit dan banjir ke kota,” tegas Paul dengan nada geram saat rapat di ruang Komisi IV DPRD Medan, Senin (5/1/2026).

Paul menegaskan, anggaran miliaran rupiah tersebut seharusnya dialihkan untuk kebutuhan yang lebih prioritas, terutama perbaikan dan normalisasi drainase di Kota Medan yang hingga kini masih menjadi persoalan serius. Ia meminta Perkimcikataru lebih jeli menentukan skala prioritas penggunaan anggaran agar tidak menimbulkan kecemburuan dan kerugian bagi masyarakat.

Senada, anggota Komisi IV Lailatul Badri juga menyoroti persoalan pembebasan lahan yang dinilai bermasalah. Ia menyebut masih ada pemilik tanah yang belum menerima ganti rugi, sementara pembayaran justru diterima pihak lain. “Ini persoalan serius. Ada warga yang haknya belum dibayar, malah salah alamat. Ini harus segera diselesaikan,” tegasnya.

Menanggapi kritik tersebut, Kepala Dinas Perkimcikataru Kota Medan Jhon Ester Lase menjelaskan bahwa penganggaran proyek pelebaran Jalan Meteorologi telah dimulai sejak Tahun 2022. Untuk Tahun Anggaran 2026, pihaknya hanya melanjutkan penyelesaian beberapa persil lahan yang belum tuntas. “Kita hanya menuntaskan yang belum selesai,” ujarnya singkat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *