Asahan

Warga Air Teluk Kiri Laporkan Kondisi Bekas Galian Proyek Pipa Gas DUSEM ke Kementerian ESDM

Asahan, buanapagi.com – Lima perwakilan masyarakat Desa Air Teluk Kiri, Kecamatan Teluk Dalam, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, melayangkan laporan tertulis terkait kondisi bekas galian proyek pemasangan pipa transmisi gas DUSEM (Dumai-Sei Mangkei) Segmen 1C.

Laporan tertanggal 28 Agustus 2026 itu ditujukan kepada Inspektorat Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI serta sejumlah pihak manajemen yang terlibat dalam pelaksanaan proyek.

Lima warga yang menandatangani laporan tersebut yakni Johan Wahyudi, M Wahyudi Panjaitan, Surya, Muslim Pasaribu alias Ulim, dan Dedy Iskandar. Mereka menyampaikan keberatan terhadap kondisi sejumlah bahu Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) di wilayah Kecamatan Teluk Dalam yang terdampak pekerjaan penggalian dan pemasangan pipa.

Menurut warga, sejumlah lokasi bekas galian masih mengalami kondisi labil dan sebagian bahu jalan dilaporkan amblas. Johan Wahyudi mengatakan masyarakat mendukung pembangunan, namun meminta agar pekerjaan pemulihan area terdampak dilakukan dengan baik dan memperhatikan standar keselamatan.

“Kami bukan menolak pembangunan. Kami hanya meminta pekerjaan pemulihan dan perapian area terdampak benar-benar dilakukan sesuai standar fungsi jalan dan memberikan jaminan keselamatan bagi masyarakat,” ujar Johan.

Ia mengatakan, persoalan yang dikeluhkan warga berkaitan dengan kondisi penimbunan kembali pada sejumlah bekas galian di bahu jalan. Warga khawatir kondisi tersebut dapat membahayakan pengguna Jalinsum, terutama kendaraan yang harus menepi ke bahu jalan.

Johan menyebut kondisi bahu jalan yang dikeluhkan warga ditemukan di sejumlah titik mulai dari kawasan Hessa Perlompongan hingga Pulau Maria, Kecamatan Teluk Dalam.
Menurutnya, beberapa kendaraan, khususnya truk angkutan, disebut pernah mengalami kesulitan saat melintas atau menepi di area bahu jalan bekas galian.

“Sudah ada kendaraan yang terjebak di bahu jalan dan nyaris terbalik. Karena itu kami meminta persoalan ini segera mendapat perhatian,” katanya.

Selain persoalan keselamatan pengguna jalan, warga juga menyoroti kondisi akses menuju rumah dan sejumlah tempat usaha yang disebut belum seluruhnya dipulihkan seperti kondisi sebelum pekerjaan proyek dilakukan.

Akses tersebut antara lain menuju rumah makan, fasilitas kesehatan, Puskesmas, usaha tambal ban dan sejumlah tempat usaha warga lainnya. Warga berharap pihak yang menerima laporan dapat melakukan pemeriksaan langsung terhadap kondisi di lapangan.
Mereka juga meminta adanya penanganan terhadap bahu jalan dan akses masyarakat yang terdampak pekerjaan proyek pemasangan pipa transmisi gas tersebut.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pelaksana proyek maupun instansi terkait mengenai laporan yang disampaikan masyarakat Desa Air Teluk Kiri.(bp/dil)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *