Asahan, buanapagi.com – Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Asahan, Ny. Yusnila Indriati Taufik, meninjau pelaksanaan pelayanan Posyandu Manggis di Desa Air Teluk Kiri, Kecamatan Teluk Dalam, Senin (24/08/2026).
Kegiatan tersebut sekaligus dirangkaikan dengan tracing Tuberkulosis (TBC) yang terintegrasi dengan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) Kabupaten Asahan.
Dalam kunjungannya, Yusnila melihat langsung berbagai pelayanan yang dilaksanakan di Posyandu Manggis. Ia menyampaikan, kegiatan Posyandu yang dilakukan secara rutin memiliki peran penting dalam pemantauan kondisi kesehatan masyarakat sekaligus mendeteksi potensi gangguan kesehatan sejak dini.
Menurutnya, pemantauan kesehatan tidak hanya ditujukan bagi balita dan ibu, tetapi juga mencakup lansia serta kelompok masyarakat lainnya. Yusnila juga menegaskan bahwa Posyandu telah mengalami transformasi. Saat ini, Posyandu tidak hanya berorientasi pada pelayanan kesehatan ibu dan anak, tetapi turut mendukung enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM), meliputi pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat, dan sosial.
“Posyandu Manggis Desa Air Teluk Kiri merupakan salah satu Posyandu yang telah mengimplementasikan konsep Posyandu 6 SPM,” kata Yusnila.
Selain pembinaan Posyandu dan tracing TBC, kegiatan tersebut juga diisi penyerahan bantuan Baznas Kabupaten Asahan kepada lima orang mustahik terdampak TBC. Masing – masing penerima memperoleh bantuan berupa beras, telur, gula merah, minyak goreng, kacang hijau, susu, teh dan uang tunai. Penerima juga mendapatkan suplemen dari Dinas Kesehatan Kabupaten Asahan. Sementara rompi diberikan kepada kader Posyandu.
Dokter Spesialis Paru, dr. Dinia Tina, dalam penyuluhannya menjelaskan bahwa TBC merupakan penyakit infeksi yang paling sering menyerang paru-paru, namun dapat pula menyerang organ tubuh lainnya.
Tracing dilakukan untuk menemukan masyarakat yang terinfeksi TBC, termasuk mereka yang belum mengalami gejala. Pemeriksaan juga ditujukan kepada masyarakat yang mempunyai faktor risiko maupun kontak erat dengan penderita.
Jika ditemukan indikasi, masyarakat akan menjalani pemeriksaan lanjutan, termasuk pemeriksaan kesehatan dan foto rontgen. Dinia juga mengingatkan adanya TBC resisten obat sehingga pemeriksaan dan penanganan sejak dini perlu dilakukan.
Camat Teluk Dalam Zulpahmi berharap kunjungan tersebut semakin memotivasi pihaknya dalam meningkatkan kualitas pelayanan Posyandu, terlebih menghadapi perlombaan Posyandu tingkat Provinsi Sumatera Utara.
Usai kegiatan, rombongan meninjau rumah warga calon penerima bantuan bedah rumah di Desa Air Teluk Kiri yang direncanakan menggunakan APBD Kabupaten Asahan Tahun Anggaran 2026.(bp/dil)



