Ragam

Tiga Daerah Terbaik Penyelenggaraan Haji, Poso Peringkat Pertama

Palu, buanapagi.com – Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kanwil Kemenhaj) Provinsi Sulawesi Tengah menetapkan tiga daerah dengan kinerja terbaik dalam penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi. Kabupaten Poso menempati peringkat pertama, disusul Kabupaten Tojo Una-Una di posisi kedua dan Kabupaten Morowali di peringkat ketiga.

Penghargaan tersebut diserahkan dalam Rapat Evaluasi Penyelenggaraan Ibadah Haji yang berlangsung di Sriti Convention Hall, Kota Palu, Rabu (29/7/2026).

Kepala Kanwil Kemenhaj Sulawesi Tengah, H. Muchlis Aseng, mengatakan penghargaan diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kinerja pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan kepada jemaah haji sekaligus menjadi motivasi bagi seluruh kabupaten dan kota untuk terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan haji.

“Pada evaluasi ini kami memberikan penghargaan kepada tiga kabupaten terbaik dalam penyelenggaraan haji, yaitu Poso, Tojo Una-Una, dan Morowali,” kata Muchlis.

Menurutnya, penilaian dilakukan secara menyeluruh dengan mempertimbangkan berbagai indikator, mulai dari pengurusan dokumen keberangkatan, pelayanan kesehatan, administrasi keuangan, penanganan barang bawaan jemaah, hingga ketertiban selama proses embarkasi.

Muchlis menjelaskan aspek kesehatan menjadi salah satu indikator yang paling menentukan dalam penilaian. Karena itu, Kanwil Kemenhaj Sulawesi Tengah berencana menjadikan indikator kesehatan sebagai kategori penilaian tersendiri pada penyelenggaraan haji tahun berikutnya.

“Kriterianya meliputi pengurusan dokumen, kesehatan jemaah, administrasi keuangan, barang bawaan jemaah, hingga ketertiban di embarkasi. Harapannya, tahun depan penilaian Dinas Kesehatan dapat berdiri sendiri,” ujarnya.

Ia mengungkapkan masih ada sejumlah kabupaten dan kota yang memperoleh nilai baik pada aspek administrasi dan pengelolaan dokumen, tetapi belum berhasil masuk tiga besar karena nilai pada indikator kesehatan belum memenuhi standar yang ditetapkan.

Salah satu daerah yang menjadi perhatian dalam evaluasi adalah Kota Palu. Menurut Muchlis, dua jemaah haji asal Kota Palu meninggal dunia saat pelaksanaan ibadah haji di Tanah Suci. Selain itu, dua calon jemaah lainnya terpaksa dipulangkan dari embarkasi karena kondisi kesehatan tidak memenuhi persyaratan untuk diberangkatkan.

“Kondisi ini menjadi perhatian kita bersama. Pelayanan kepada jemaah tidak cukup hanya sampai tahap pemeriksaan istitha’ah kesehatan, tetapi harus terus dipantau hingga hari keberangkatan,” tegasnya.

Melalui hasil evaluasi tersebut, Kanwil Kemenhaj Sulawesi Tengah berharap koordinasi antara Kementerian Haji dan Umrah, pemerintah daerah, Dinas Kesehatan, serta seluruh pemangku kepentingan semakin kuat sehingga kualitas pelayanan dan penyelenggaraan ibadah haji di Sulawesi Tengah terus meningkat pada musim haji mendatang. (Mad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *