Asahan, buanapagi.com – Pemerintah Kabupaten Asahan kembali menegaskan komitmennya dalam membangun generasi Qur’ani melalui penutupan Musabaqah Tilawatil Qur’an Nasional (MTQN) ke-57 tingkat Kabupaten Asahan. Kegiatan yang berlangsung di Aula Melati Kantor Bupati Asahan, Senin (20/04/2026), ditutup langsung oleh Wakil Bupati Rianto SH, MAP.
Penutupan MTQN berlangsung khidmat dengan dihadiri berbagai unsur pemerintah daerah, DPRD, Forkopimda, camat, serta tokoh masyarakat. Rangkaian acara dimulai dengan doa, menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars MTQ, Himne MTQ, hingga pengumuman pemenang.
Dalam laporan panitia, Plt Asisten Perekonomian dan Pembangunan Drs. H. Supriyanto MPd menyampaikan bahwa MTQN ke-57 telah berlangsung sejak 15 April 2026. Kegiatan tersebut mempertandingkan lima cabang utama yang diikuti peserta dari 25 kecamatan.
Sedangkan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Asahan Nazaruddin SH mengapresiasi antusiasme peserta yang dinilai sangat tinggi. Ia berharap para pemenang mampu terus meningkatkan prestasi hingga tingkat provinsi dan nasional.
Sementara itu, Wakil Bupati Asahan Rianto SH, MAP dalam arahannya menekankan bahwa MTQ memiliki peran penting dalam membumikan Al-Qur’an di tengah masyarakat. Ia mengajak seluruh peserta untuk menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup.
Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan MTQN harus diikuti dengan peningkatan kualitas pembinaan. Ia juga mengingatkan bahwa semangat membaca dan memahami Al-Qur’an harus terus tumbuh di lingkungan masyarakat.
Pada kesempatan tersebut diumumkan sejumlah pemenang, di antaranya Dewi Rayuni dari Kecamatan Air Batu sebagai Juara I Tilawah Dewasa Putri dan Saskia Ramadani Yusuf dari Kecamatan Kota Kisaran Barat sebagai Juara I Hifzhil Qur’an 30 juz putri.
Selain itu, Kecamatan Kota Kisaran Barat berhasil meraih juara umum MTQN ke-57 tingkat Kabupaten Asahan tahun 2026. Keberhasilan tersebut disambut meriah oleh para peserta dan pendamping.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Asahan berharap MTQN mampu menjadi momentum meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an serta melahirkan generasi Qur’ani yang berakhlak mulia.(bp/dil)



