Ekonomi

OJK dan Forkom IJK Sumut Perluas Akses Keuangan di Tiga Kabupaten, Catat 158 Transaksi Senilai Rp513,29 Juta

Deliserdang, buanapagi.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan Sumatera Utara (Forkom IJK Sumut) terus memperluas akses keuangan dan meningkatkan literasi masyarakat melalui rangkaian kegiatan Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2026 di Kabupaten Labuhanbatu Selatan, Kabupaten Padang Lawas, dan Kabupaten Deli Serdang.

Kegiatan yang berlangsung pada 14–16 Oktober 2026 tersebut melibatkan 900 peserta dari kalangan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta mahasiswa. Melalui kegiatan edukasi dan mini expo layanan keuangan, penyelenggara mencatat sebanyak 158 transaksi dengan total nilai mencapai Rp513,29 juta.

Kepala OJK Provinsi Sumatera Utara sekaligus Pengarah Forkom IJK Sumut, Triyoga Laksito, mengatakan kolaborasi antara regulator, industri jasa keuangan, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam memperluas akses keuangan.

“BIK menjadi momentum bersama untuk memperluas akses keuangan kepada seluruh lapisan masyarakat, mengampanyekan budaya menabung, serta meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat terhadap produk dan layanan jasa keuangan,” ujar Triyoga dalam kegiatan di Deli Serdang, Jumat (16/10/2026).

Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026, tingkat inklusi keuangan di Sumatera Utara tercatat sebesar 92,01 persen, sedangkan angka nasional mencapai 93,61 persen. Sementara itu, tingkat literasi keuangan Sumatera Utara mencapai 71,57 persen, lebih tinggi dibandingkan angka nasional sebesar 69,57 persen.

Data tersebut menunjukkan pentingnya upaya berkelanjutan untuk memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan formal sekaligus meningkatkan pemahaman agar produk dan layanan tersebut dapat dimanfaatkan sesuai kebutuhan dan kemampuan finansial.

Rangkaian kegiatan diawali di Aula Santun Berkata Bijak Berkarya (SBBK), Kabupaten Labuhanbatu Selatan, pada 14 Oktober 2026 dengan melibatkan 200 pelaku UMKM.

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman pelaku usaha mengenai pemanfaatan produk dan layanan keuangan untuk mendukung pengembangan usaha dan meningkatkan kesejahteraan.

Kepala Divisi Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK Provinsi Sumatera Utara, Yovvi Sukandar, menyampaikan bahwa OJK bersama Forkom IJK Sumut dan para pemangku kepentingan terus mendorong peningkatan kapasitas pelaku UMKM agar mampu memanfaatkan layanan keuangan secara tepat untuk mendukung pertumbuhan usaha.

Dalam kegiatan tersebut, Staf Ahli Bidang Hukum, Politik, dan Pemerintahan Kabupaten Labuhanbatu Selatan, Fuadi, yang mewakili pemerintah daerah, menegaskan bahwa inklusi keuangan tidak hanya berkaitan dengan kepemilikan rekening tabungan, tetapi juga mencakup kesempatan yang setara bagi masyarakat untuk memperoleh layanan keuangan yang aman, terjangkau, dan bermanfaat.

Kegiatan selanjutnya berlangsung di Aula Kantor Bupati Padang Lawas pada 15 Oktober 2026 dengan melibatkan 200 mahasiswa Institut Agama Islam Padang Lawas. Dalam kesempatan tersebut, Yovvi menekankan pentingnya peningkatan literasi keuangan bagi generasi muda agar mampu mengambil keputusan keuangan secara bijak, membangun budaya menabung, serta memilih produk dan layanan jasa keuangan yang legal dan sesuai kebutuhan.

Wakil Bupati Padang Lawas, Achmad Fauzan Nasution, yang membuka kegiatan tersebut, menyampaikan dukungan pemerintah daerah terhadap penguatan kolaborasi antara OJK, industri jasa keuangan, perguruan tinggi, dan masyarakat untuk mewujudkan akses keuangan yang lebih luas dan berkeadilan.

Rangkaian kegiatan berlanjut di Aula Institut Kesehatan Medistra, Lubuk Pakam, Kabupaten Deli Serdang, pada 16 Oktober 2026 dengan melibatkan 500 mahasiswa Institut Kesehatan Medistra.

Kegiatan tersebut menghadirkan Kepala OJK Provinsi Sumatera Utara Triyoga Laksito dan Bupati Deli Serdang Asri Ludin Tambunan. Dalam sambutannya, Asri menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, OJK, dan industri jasa keuangan dalam mendukung Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN), sekaligus meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengakses dan memanfaatkan layanan keuangan formal secara aman dan bertanggung jawab.

Dalam pelaksanaan kegiatan di tiga kabupaten tersebut, OJK dan Forkom IJK Sumut melibatkan berbagai regulator, lembaga, dan pelaku industri jasa keuangan, antara lain Bank Indonesia, Bursa Efek Indonesia (BEI), Bank Sumut, Bank Mestika, BRI, BSI, BTN, BNI, BCA, PNM, Pegadaian, BPJS Ketenagakerjaan, Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI), serta Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI).

Para narasumber memberikan edukasi mengenai pengelolaan keuangan sekaligus memperkenalkan berbagai produk dan layanan jasa keuangan. Penyelenggara juga menghadirkan mini expo yang memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk memperoleh informasi dan mengakses layanan keuangan secara langsung.

Melalui kegiatan mini expo di ketiga kabupaten tersebut, OJK bersama Forkom IJK Sumut mencatat 158 transaksi yang meliputi pembukaan rekening tabungan, tabungan emas, dan pembiayaan, dengan total nilai mencapai Rp513.290.000.

Capaian tersebut mencerminkan partisipasi masyarakat dalam memanfaatkan layanan keuangan formal sekaligus menunjukkan kontribusi kolaborasi OJK dan industri jasa keuangan dalam memperluas akses keuangan di daerah.

OJK bersama Forkom IJK Sumut, pemerintah daerah, dan industri jasa keuangan akan terus memperkuat sinergi melalui berbagai program edukasi dan perluasan akses keuangan sebagai bagian dari dukungan terhadap GENCARKAN dan Strategi Nasional Keuangan Inklusif (SNKI).

Melalui kolaborasi tersebut, OJK berupaya meningkatkan literasi dan inklusi keuangan, memperkuat pelindungan konsumen, serta mendorong pemanfaatan layanan keuangan yang produktif dan berkelanjutan untuk mendukung kesejahteraan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi daerah.(bp1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *