Ragam

Gus Irfan Ingatkan Amanah Jabatan Tak Akan Selamanya

Palu, buanapagi.com — Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia Irfan Yusuf atau Gus Irfan mengingatkan jajaran Kementerian Haji dan Umrah agar menjalankan tugas dengan penuh keikhlasan, integritas, dan tanggung jawab. Ia menegaskan bahwa jabatan dan masa kerja pada akhirnya akan berakhir sehingga setiap amanah harus dimaksimalkan selama masih dipercayakan.

Pesan tersebut disampaikan Gus Irfan dalam acara Doa Dzikir hari Khidmat Haji dan Umrah serta Lounching Bongkar Mafia Haji dan Umrah. Kementerian Haji dan Umrah. Dalam pidatonya, ia mengajak seluruh jajaran untuk tidak bekerja semata-mata demi pujian, penghargaan, maupun tepuk tangan.

Menurut Gus Irfan, setiap orang yang mendapatkan amanah harus menjadikan pekerjaannya sebagai bagian dari ibadah dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Jabatan akan selesai, masa kerja akan selesai, tepuk tangan akan berhenti juga,” ujar Gus Irfan dalam pesannya.

Ia bahkan mengingatkan bahwa seseorang tidak pernah mengetahui secara pasti apa yang akan terjadi pada masa mendatang. Karena itu, seluruh tanggung jawab yang berada di tangan masing-masing harus dikerjakan secara maksimal.

Gus Irfan juga menekankan besarnya amanah yang diberikan negara dan rakyat kepada para pejabat serta pegawai yang bekerja di lingkungan pemerintahan.

Ia meminta jajarannya untuk mensyukuri kepercayaan tersebut dengan cara menjalankan tugas secara sungguh-sungguh.

Dalam kesempatan itu, Gus Irfan mengingatkan bahwa setiap amanah memiliki konsekuensi pertanggungjawaban, bukan hanya secara administratif di dunia, tetapi juga secara moral dan keagamaan.

Ia menggambarkan bahwa berbagai laporan dan angka mungkin dapat diubah atau dimanipulasi di dunia. Namun, menurut dia, pertanggungjawaban di akhirat tidak dapat diperlakukan dengan cara yang sama.

Karena itu, ia meminta seluruh jajaran Kementerian Haji dan Umrah menjaga integritas dalam setiap pekerjaan.

“Mari kita bekerja dengan niat yang baik, dengan hati, kita jaga amanah dengan integritas,” katanya.

Gus Irfan juga meyakini bahwa kerja yang dilakukan dengan ikhlas dan benar akan memberikan keberkahan. Ia menilai berbagai kesulitan yang dihadapi dalam menjalankan tugas dapat dilalui apabila seluruh pihak bekerja dengan sungguh-sungguh dan tetap mengedepankan niat pengabdian.

Lebih lanjut, Gus Irfan meminta momentum peringatan di lingkungan Kementerian Haji dan Umrah tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Menurut dia, momentum tersebut harus menjadi pengingat bahwa seluruh jajaran memiliki amanah besar dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

 Ia menegaskan bahwa keberadaan seseorang di lingkungan kementerian bukan sekadar kebetulan, melainkan bagian dari tanggung jawab yang harus ditunaikan.(bp/ril)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *