Palu, buanapagi.com — Program SMK Global dinilai sejalan dengan Program Berani Cerdas yang dijalankan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), khususnya dalam memperkuat pendidikan vokasional dan menyiapkan generasi muda agar memiliki keterampilan yang sesuai kebutuhan dunia kerja.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulteng, Drs. H. Firmanza DP, S.H., M.Si., mengatakan sinergi kedua program tersebut membuka peluang bagi peserta didik untuk mendapatkan pelatihan keterampilan yang tidak hanya diarahkan untuk memasuki pasar kerja dalam negeri, tetapi juga luar negeri.
Menurut Firmanza, sebanyak 220 peserta telah mendapatkan pelatihan yang disesuaikan dengan keahlian yang dibutuhkan pemberi kerja di luar negeri.
“Artinya, 220 orang itu sekarang kita sudah latih mereka sesuai dengan keahlian yang dibutuhkan dengan pemberi kerja di luar negeri,” kata Firmanza saat memberikan tanggapan terkait kegiatan Go School.
Ia menegaskan, peserta yang dipersiapkan melalui program tersebut bukan diarahkan menjadi pekerja kasar, melainkan tenaga kerja yang memiliki keterampilan sesuai kebutuhan pasar kerja.
“Yang jelas, kita mengirim mereka ke sana bukan sebagai pekerja kasar, tetapi mereka yang punya skill,” ujarnya.
Firmanza menjelaskan, Pemerintah Provinsi Sulteng memiliki Program Berani Cerdas yang salah satu program unggulannya mencakup pelatihan vokasional. Program tersebut dinilai memiliki keterkaitan dengan program SMK Global yang dikembangkan pemerintah pusat.
“Kita di sini Berani Cerdas, ada salah satu program unggulan kita juga yaitu pelatihan vokasional,” katanya.
Pelatihan tersebut, lanjut dia, diarahkan untuk membekali generasi muda agar siap bekerja. Kesempatan kerja tidak hanya dibuka di dalam negeri, tetapi juga di luar negeri sesuai kebutuhan pasar kerja.
Pemerintah juga melakukan tracer study untuk memetakan peserta yang memiliki peluang bekerja di luar negeri. Langkah tersebut diharapkan dapat membantu memperluas kesempatan kerja sekaligus mengurangi pengangguran di Palu dan Sulawesi Tengah.
Selain memperoleh pekerjaan, peserta yang bekerja di luar negeri diharapkan mendapatkan pengalaman dan keterampilan baru. Pengalaman tersebut dinilai dapat menjadi modal bagi mereka dalam mengembangkan karier dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.
“Yang paling penting itu kesejahteraan mereka. Mudah-mudahan kesejahteraan mereka ini bisa tercapai,” ujar Firmanza.
Menurutnya, pengalaman bekerja di luar negeri juga dapat memberikan nilai tambah bagi generasi muda karena mereka memperoleh pengalaman kerja sekaligus keterampilan yang dibutuhkan dunia usaha dan dunia industri.
Di sisi lain, pemerintah masih menghadapi tantangan dalam memberikan pemahaman kepada orang tua terkait kesempatan kerja di luar negeri. Kekhawatiran mengenai jarak dan keberadaan anak selama bekerja menjadi salah satu hal yang perlu diberikan penjelasan.
Firmanza mengatakan pemerintah akan memberikan imbauan kepada orang tua agar kesempatan tersebut dapat dipandang sebagai peluang bagi anak untuk memperoleh pengalaman dan keterampilan.
“Ini kesempatan untuk anak-anak bisa bekerja di luar negeri. Kalau satu atau dua tahun, paling tidak ada pengalaman,” katanya.
Pemerintah Provinsi Sulteng berharap sinergi program SMK Global dan Berani Cerdas dapat terus diperkuat sehingga semakin banyak generasi muda memiliki keterampilan yang sesuai kebutuhan pasar kerja, baik di dalam negeri maupun luar negeri. (bp/mad)




