Ragam

Bulog Sulteng Dukung Penuh Program Swasembada Pangan

Palu, buanapagi.com – Perum Bulog Kantor Wilayah Sulawesi Tengah menegaskan komitmennya mendukung penuh program pemerintah pusat dalam mewujudkan swasembada pangan nasional.

Dukungan tersebut dilakukan melalui penguatan koordinasi dengan Kementerian Pertanian serta peningkatan infrastruktur pergudangan Bulog di sejumlah wilayah Sulawesi Tengah.

Pemimpin Wilayah Bulog Kanwil Sulawesi Tengah, Jusri Pakke, mengatakan komunikasi antara Bulog dan Kementerian Pertanian, baik di tingkat pusat maupun daerah, berjalan baik. Koordinasi dilakukan untuk merespons berbagai persoalan pangan yang terjadi di lapangan.

“Setiap ada keluhan, kami cepat mengantisipasi semua persoalan yang ada di lapangan,” kata Jusri.

Ia menjelaskan, koordinasi juga dilakukan ketika terjadi penurunan harga komoditas pertanian di tingkat petani. Bulog akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan kondisi di lapangan sehingga persoalan harga dapat segera direspons.

Menurut Jusri, keseriusan pemerintah pusat dalam memperkuat ketahanan pangan juga ditunjukkan melalui pembangunan dan penguatan infrastruktur Bulog. Pembangunan gudang dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kebutuhan wilayah serta kesiapan administrasi dan lahan.

Sejumlah daerah yang mendapat perhatian untuk pembangunan infrastruktur tersebut antara lain Banggai Laut dan Banggai Kepulauan. Namun, proses pembangunan masih menunggu penyelesaian administrasi, termasuk penyerahan hak atau hibah tanah dari pemerintah daerah.

“Pembangunan gudang memang dilaksanakan secara bertahap. Untuk sementara, kabupaten yang mendapatkan itu Banggai Laut dan Banggai Kepulauan. Administrasi penyerahan hak tanah masih dalam proses,” ujarnya.

Jusri mengatakan Donggala dan Sigi juga berpeluang diusulkan sebagai lokasi pembangunan gudang Bulog. Usulan tersebut akan disesuaikan dengan kesiapan administrasi serta kebutuhan masing-masing wilayah.

“Kalau melihat kebijakan dari pusat, diharapkan semua kabupaten punya gudang, tetapi dilakukan secara bertahap,” katanya.

Ia menambahkan, pembangunan gudang Bulog tidak hanya mempertimbangkan ketersediaan lahan. Faktor ekonomi, potensi produksi pangan, serta manfaat fasilitas bagi petani juga menjadi pertimbangan.

Keberadaan gudang di dekat sentra produksi dinilai dapat membantu memperpendek jarak distribusi hasil pertanian. Kondisi tersebut diharapkan dapat memudahkan petani dalam menyalurkan hasil produksinya sekaligus memperkuat sistem pangan daerah.

Khusus wilayah kepulauan, keberadaan fasilitas penyimpanan pangan dinilai memiliki arti strategis. Gangguan pelayaran akibat kondisi cuaca dapat menghambat distribusi pangan antarpulau sehingga ketersediaan gudang di wilayah tersebut menjadi penting.

“Untuk wilayah kepulauan, dalam kondisi tertentu penyeberangan bisa tertahan karena cuaca. Karena itu, keberadaan gudang di daerah tersebut menjadi penting,” ujar Jusri.

Bulog Sulteng akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah dan jajaran Kementerian Pertanian untuk mendukung kebijakan pangan pemerintah pusat.

Penguatan infrastruktur, peningkatan koordinasi, serta kedekatan fasilitas Bulog dengan sentra produksi diharapkan mampu mendukung penyerapan hasil pertanian, menjaga ketersediaan pangan, dan memperkuat ketahanan pangan masyarakat Sulawesi Tengah.

Komitmen tersebut menjadi bagian dari upaya Bulog Sulteng mengambil peran dalam pencapaian target swasembada pangan nasional.(bp/mad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *