Medan, buanapagi.com – Wakil Ketua DPRD Kota Medan, Hadi Suhendra, SH, menggelar kegiatan Penyelenggaraan Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan di Jalan Sumatera No. 01, Kelurahan Belawan II, Kecamatan Medan Belawan, pada Minggu (9/8/2026). Kegiatan ini digagas sebagai langkah untuk memperkuat pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai Pancasila di tingkat akar rumput.
Langkah ini dinilai sangat strategis untuk merawat iklim persatuan dan toleransi, khususnya di kawasan pesisir Medan Belawan yang memiliki heterogenitas masyarakat cukup tinggi. Kehadiran jajaran pimpinan legislatif ini pun disambut hangat oleh tokoh masyarakat dan warga setempat yang memadati lokasi acara.
Dalam keterangannya, Hadi Suhendra mengungkapkan bahwa wawasan kebangsaan (Wasbang) merupakan fondasi utama dalam menjaga kondusivitas daerah. Pemahaman tersebut dinilai semakin penting di tengah pesatnya perkembangan zaman dan derasnya arus informasi yang berpotensi memengaruhi dinamika sosial masyarakat.
Hendra (panggilan akrabnya) menekankan pentingnya menjadikan Pancasila tidak sekadar sebagai dasar negara atau simbol normatif semata. Lebih dari itu, lima sila dalam Pancasila harus dijiwai dan diterapkan sebagai panduan moral dalam bersikap serta bertindak pada kehidupan sehari-hari.
“Sikap saling menghormati, gotong royong, toleransi antarumat beragama, hingga kepedulian terhadap sesama merupakan wujud nyata dari pengamalan nilai-nilai Pancasila. Implementasi sederhana inilah yang dinilai mampu menjaga kedamaian di tengah kemajemukan warga”, ujar Hendra.
Menurut politikus Partai Golkar tersebut, keberagaman suku, agama, ras, dan latar belakang sosial yang ada di Kota Medan bukanlah alasan untuk saling membeda-bedakan. Sebaliknya, kebhinekaan tersebut merupakan keunggulan dan kekuatan besar yang harus terus dijaga demi kemajuan bersama.
”Perbedaan tidak boleh menjadi pemicu keretakan maupun perpecahan sosial. Modal sosial utama dalam membangun kehidupan bermasyarakat yang rukun dan harmonis justru berakar dari kemampuan warga dalam mengelola perbedaan tersebut secara bijak”, kata Legislator Dapil II yang meliputi Medan Belawan, Medan Labuhan dan Medan Marelan ini.
Dalam momen pembinaan tersebut, warga juga diajak untuk menyadari pentingnya menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Penjagaan terhadap kedaulatan bangsa dan ketertiban lingkungan tidak hanya menjadi beban pemerintah atau aparat, tetapi membutuhkan peran aktif seluruh elemen masyarakat.
Perhatian khusus turut diarahkan kepada generasi muda yang kini berhadapan langsung dengan era digitalisasi. Tanpa pemahaman ideologi yang kokoh, para pemuda rentan terpengaruh oleh berbagai ideologi asing maupun paham radikal yang berpotensi memecah belah bangsa.
Guna membentengi hal tersebut, Hendra mengingatkan warga, khususnya para orang tua dan pemuda, agar lebih bijak serta kritis dalam menggunakan media sosial. Setiap informasi yang diterima hendaknya disaring dan dipastikan kebenarannya terlebih dahulu sebelum disebarluaskan kepada pihak lain.
“Sikap cermat dalam merespons berita di dunia maya menjadi salah satu benteng utama untuk mencegah potensi konflik sosial. Banyak perselisihan di tengah masyarakat yang justru dipicu oleh maraknya penyebaran berita bohong atau provokasi yang belum jelas sumbernya”, jelasnya.
Selain itu, Hendra mengajak masyarakat untuk selalu mengedepankan tradisi musyawarah mufakat apabila menghadapi suatu permasalahan di lingkungan tempat tinggal. Pendekatan kekeluargaan dan dialog dinilai jauh lebih efektif dalam menyelesaikan dinamika sosial dibanding mengedepankan ego kelompok.
Mengakhiri arahannya, Hadi Suhendra berharap agar nilai-nilai wawasan kebangsaan ini tidak berhenti pada wacana atau teori di dalam forum saja. Diharapkan nilai-nilai luhur Pancasila senantiasa dipraktikkan secara nyata dalam kehidupan berkeluarga dan bermasyarakat demi mewujudkan Kota Medan yang aman, rukun, dan sejahtera.(bp1)





