Medan, buanapagi.com – Ketua Fraksi PAN-Perindo DPRD Kota Medan, T. Bahrumsyah, mengajak masyarakat untuk tidak menjadikan Pancasila sebatas hafalan atau simbol kenegaraan. Menurutnya, Pancasila harus hadir dalam sikap, perilaku dan cara masyarakat menjalani kehidupan sehari-hari.
Hal itu disampaikan Bahrumsyah dalam kegiatan Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan di Jalan Kelapa, Gang A. Kasim, Lingkungan XIX, Kelurahan Belawan Sicanang, Kecamatan Medan Belawan, Sabtu (8/8/2026).
Bahrumsyah mengatakan, Pancasila merupakan fondasi kehidupan berbangsa yang sejak awal dirumuskan para pendiri bangsa untuk menjaga Indonesia tetap bersatu di tengah keberagaman.
“Pancasila bukan hanya untuk dibaca dan dihafalkan. Yang paling penting adalah bagaimana nilai-nilainya kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.
Ia menilai keberagaman Indonesia menjadi alasan penting bagi masyarakat untuk terus memperkuat toleransi dan menjaga persatuan. Perbedaan suku, agama, ras maupun latar belakang sosial tidak seharusnya menjadi sumber konflik.
Menurut Bahrumsyah, nilai Ketuhanan dalam Pancasila mengajarkan masyarakat untuk menjalankan kehidupan beragama dengan baik sekaligus menghormati pemeluk agama lain.
Begitu pula nilai kemanusiaan, kata dia, harus diwujudkan melalui sikap saling menghargai, menjaga sopan santun dan memiliki kepedulian terhadap sesama.
“Perilaku saja tidak cukup. Kita juga harus memiliki adab. Karena itu, nilai kemanusiaan harus benar-benar tercermin dalam kehidupan kita,” ujarnya.
Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Medan itu juga mengingatkan pentingnya menjaga persatuan. Menurutnya, masyarakat jangan mudah terprovokasi oleh perbedaan yang dapat memecah hubungan antarsesama.
“Indonesia ini terdiri dari berbagai suku, agama dan ras. Karena itu, persatuan harus terus kita jaga. Kita satu bangsa, satu negara dan satu tanah air,” tegasnya.
Bahrumsyah juga mendorong budaya musyawarah kembali diperkuat dalam kehidupan masyarakat. Setiap persoalan, menurutnya, sebaiknya diselesaikan melalui dialog dan mencari jalan keluar yang dapat diterima bersama.
“Semangat gotong royong dan musyawarah harus terus kita hidupkan. Jangan setiap perbedaan langsung menjadi pertentangan,” katanya.
Sementara nilai keadilan sosial, lanjut legislator dari Dapil II yang meliputi Medan Marelan, Medan Labuhan dan Medan Belawan itu, harus diwujudkan melalui kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan.
Ia berharap pembinaan ideologi Pancasila tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi mampu mendorong masyarakat memahami sekaligus mempraktikkan nilai-nilai Pancasila dalam lingkungan keluarga, masyarakat dan kehidupan berbangsa.
“Kalau nilai-nilai Pancasila benar-benar kita jalankan, kehidupan bermasyarakat akan lebih damai, harmonis dan saling menghargai,” pungkasnya. (bp1))



