Medan, buanapagi.com – Industri bakery di Kota Medan kembali diramaikan dengan hadirnya konsep bakery artisan yang diusung Bakeout Bakery. Berlokasi di Jalan Ir. H. Juanda No. 20D, Kecamatan Medan Polonia, Bakeout tidak hanya menawarkan aneka roti dan pastry premium, tetapi juga mengedepankan filosofi menghadirkan produk yang benar-benar segar, berkualitas, dan diproduksi setiap hari tanpa menggunakan bahan pengawet.
Dalam sesi media gathering, Co-Founder sekaligus Chief Product Officer (CPO) Bakeout Bakery, Kris Tanta Angkasa, mengatakan konsep bakery artisan yang diperkenalkan sekitar dua tahun lalu merupakan bentuk komitmen perusahaan untuk ikut mendorong perkembangan industri bakery di Kota Medan. Awalnya Bakeout hadir dengan konsep coffee shop, namun seiring perjalanan waktu perusahaan memutuskan fokus mengembangkan bakery artisan sebagai identitas utamanya.
“Kami ingin memberikan warna baru bagi perkembangan industri bakery di Medan. Produk yang teman-teman lihat hari ini merupakan hasil inovasi yang terus kami lakukan. Selama dua tahun terakhir, produk kami terus berevolusi dan akan terus berkembang,” ujar Kris kepada wartawan, Jumat (24/7/2026).
Menurutnya, kualitas sebuah bakery tidak hanya ditentukan oleh resep, tetapi juga oleh sumber daya manusia yang mengolah setiap produk. Karena itu Bakeout menempatkan SDM sebagai investasi terpenting dalam menjaga konsistensi rasa dan kualitas.
Ia menjelaskan, konsep artisan yang diusung Bakeout sering kali disalahartikan hanya sebagai proses pembuatan menggunakan tangan. Padahal, artisan lebih menekankan pada perhatian terhadap setiap tahapan produksi, mulai dari pemilihan bahan baku, pengolahan adonan, proses fermentasi, hingga menghasilkan produk dengan kualitas terbaik.
“Artisan bukan berarti semuanya harus dibuat dengan tangan tanpa mesin. Mesin tetap digunakan untuk membantu pekerjaan, tetapi prosesnya tetap dikontrol oleh baker yang memahami karakter adonan. Jadi sentuhan manusianya tetap menjadi faktor utama,” jelasnya.
Salah satu komitmen Bakeout adalah menghadirkan roti yang benar-benar fresh. Seluruh produk diproduksi setiap hari dengan masa simpan maksimal dua hingga tiga hari tanpa menggunakan bahan pengawet maupun bahan tambahan untuk memperpanjang umur simpan produk.
Kris mengibaratkan roti seperti makanan segar lainnya yang memang seharusnya dikonsumsi dalam kondisi baru diproduksi. Menurutnya, perkembangan industri membuat banyak produk roti mampu bertahan berbulan-bulan karena penggunaan bahan tambahan tertentu. Namun Bakeout memilih kembali pada konsep roti segar.
“Kami ingin mengembalikan roti pada bentuk aslinya, yaitu produk yang fresh. Karena itu kami berkomitmen membuat roti setiap hari dan tidak menggunakan pengawet. Tantangannya memang lebih besar karena produksi harus disesuaikan dengan kebutuhan agar tidak banyak tersisa,” katanya.
Untuk menjaga kualitas tersebut, Bakeout sengaja memproduksi roti dalam jumlah terbatas setiap hari. Strategi itu dipilih agar seluruh produk yang diterima konsumen selalu dalam kondisi terbaik.
Selain mengutamakan kesegaran, Bakeout juga mempertahankan penggunaan bahan baku premium. Seluruh produk menggunakan full butter dan cokelat berkualitas tinggi tanpa mengganti bahan baku dengan alternatif yang lebih murah, meskipun harga bahan impor terus mengalami kenaikan.
“Kami tidak ingin bermain di harga dengan cara menurunkan kualitas. Kami memilih mempertahankan kualitas bahan karena itulah yang menjadi nilai utama Bakeout,” ujar Kris.
Owner Bakeout Bakery, Joeana, menambahkan setiap produk yang dijual memiliki cerita dan proses riset yang panjang. Banyak menu yang terinspirasi dari pengalaman perjalanan ke berbagai negara sebelum akhirnya disesuaikan dengan selera masyarakat Indonesia.
Ia menegaskan Bakeout tidak mengikuti tren sesaat hanya demi mengejar popularitas.
“Kami tidak membuat produk hanya karena sedang viral. Semua menu melewati proses pengembangan yang panjang sampai benar-benar memenuhi standar kualitas kami sebelum dipasarkan,” kata Joeana.
Salah satu produk terbaru yang diperkenalkan adalah Bolonban Chicken, roti yang terinspirasi dari Hong Kong dengan tekstur luar renyah, dipadukan butter premium dan isian ayam. Selain itu, Bakeout juga memiliki maskot Bony Bear yang menjadi identitas sekaligus ikon dari brand tersebut.
Ditambahkan Kris, seluruh produk Bakeout dibuat oleh baker lokal asal Medan. Hal itu membuktikan bahwa sumber daya manusia daerah mampu menghasilkan produk bakery dengan kualitas yang dapat bersaing di tingkat nasional bahkan internasional.
“Semua produk yang ada di sini dibuat oleh baker lokal Medan. Kami percaya tidak ada alasan produk dari Medan harus kalah kualitasnya dibanding daerah atau negara lain. Yang dibutuhkan adalah proses, pelatihan, dan komitmen terhadap kualitas,” ujarnya.
Ke depan, Bakeout tidak hanya ingin dikenal sebagai toko roti, tetapi juga menjadi tempat lahirnya generasi baker baru yang mampu membawa nama Medan di industri bakery nasional maupun internasional.
Dengan mengusung konsep artisan, fokus pada kualitas bahan baku, teknik produksi yang tepat, serta menghadirkan roti fresh setiap hari, Bakeout Bakery optimistis mampu menjadi salah satu destinasi kuliner bakery premium di Kota Medan, khususnya bagi masyarakat yang mengutamakan kualitas dibanding sekadar harga murah.(bp1)



