Medan, buanapagi.com – Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) ke-50 Tahun 2026 dimanfaatkan secara optimal oleh Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Diskop UKM) Provinsi Sumatera Utara bersama Pemerintah Kabupaten Batubara sebagai ajang memperkenalkan sekaligus memasarkan berbagai produk unggulan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) binaan mereka kepada masyarakat.
Antusiasme pengunjung terlihat di stand Diskop UKM Sumut maupun Paviliun Pemkab Batubara yang menampilkan ratusan produk lokal berkualitas, mulai dari kuliner, fesyen, kerajinan tangan hingga olahan hasil laut.
Petugas Stand Diskop UKM Sumut, Alfan, mengatakan sedikitnya terdapat 42 produk UMKM binaan yang dipamerkan selama penyelenggaraan PRSU. Seluruh produk telah melalui proses kurasi sehingga memenuhi aspek legalitas, kualitas, dan memiliki daya saing di pasaran.
“Semua ada 42 produk yang dipajang di sini. Jenisnya beragam, mulai dari kuliner seperti aneka camilan, produk fesyen, hingga kerajinan tangan,” ujar Alfan, Minggu (5/7/2026).
Berbagai camilan khas yang dipamerkan di antaranya Jamur Crispy, Kentang Mustofa AIDA, Banana Chips, Keripik Bawang Pedas Mbak Murti, Oyster Mushroom Chips, Curly Cheese Canna Kitchen, serta permen Jahe Merah. Selain itu, tersedia pula berbagai produk kopi siap saji yang menjadi daya tarik tersendiri bagi para pecinta kopi.
Tak hanya produk makanan, Diskop UKM Sumut juga menampilkan beragam produk fesyen bernuansa etnik yang mengangkat motif kain ulos sebagai ciri khas budaya Sumatera Utara. Koleksi pakaian pria dan wanita tersebut hadir dengan berbagai pilihan warna dan model yang memadukan unsur tradisional dengan gaya modern.
Menurut Alfan, seluruh produk yang dipamerkan dapat langsung dibeli oleh masyarakat. Apabila pengunjung membutuhkan pembelian dalam jumlah besar, pihaknya akan mengarahkan ke Unit Pelaksana Teknis Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) yang berada di kawasan depan arena PRSU.
Ia menjelaskan, selain melakukan pembinaan usaha, Diskop UKM Sumut juga mendampingi pelaku UMKM dalam mengurus legalitas usaha, sertifikasi halal, hingga pendaftaran Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) bagi produk yang telah diproduksi secara berkelanjutan.
Sementara itu, Paviliun Pemerintah Kabupaten Batubara menghadirkan lebih banyak produk unggulan. Sebanyak 154 produk UMKM binaan dipamerkan, terdiri atas kain songket, batik, anyaman, tas, aksesori, aneka makanan dan minuman, hingga produk olahan hasil laut.
Petugas Paviliun Pemkab Batubara, Rifky, mengatakan produk olahan hasil laut menjadi daya tarik utama karena Batubara merupakan daerah pesisir dengan mayoritas masyarakat berprofesi sebagai nelayan.
“Produk unggulan kami salah satunya Sambal Kepah Serai dalam kemasan kaleng, selain berbagai olahan hasil laut lainnya yang cukup diminati pengunjung,” ujarnya didampingi rekannya, Indra.
Rifky mengungkapkan, selama tiga hari penyelenggaraan PRSU, nilai transaksi penjualan di stand Pemkab Batubara telah mencapai sekitar Rp3 juta. Capaian tersebut menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap produk-produk lokal yang dipamerkan.
Keikutsertaan Diskop UKM Sumut dan Pemkab Batubara pada PRSU ke-50 diharapkan tidak hanya meningkatkan penjualan produk UMKM, tetapi juga membuka akses pasar yang lebih luas, memperkuat daya saing pelaku usaha lokal, serta mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan di Sumatera Utara.(bp3)



