Asahan

Beragam Inovasi Desa Tanjung Asri Curi Perhatian Ketua Tim Penggerak PKK Asahan

Asahan, buanapagi.com – Desa Tanjung Asri, Kecamatan Sei Dadap, menunjukkan komitmennya dalam membangun ketahanan keluarga dan memberdayakan generasi muda. Hal itu terlihat saat Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Asahan, Ny. Yusnila Indriati Taufik bersama Staf Ahli PKK Kabupaten Asahan Ny. Juni Rianto, melakukan kunjungan dan peninjauan Program Pokja I PKK, Rabu (10/6/2026) sore.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya evaluasi sekaligus pembinaan terhadap pelaksanaan program PKK di tingkat desa, khususnya dalam bidang Pola Asuh Anak dan Remaja di Era Digital (PAAREDI). Berbagai inovasi yang digagas masyarakat pun mendapat perhatian dan apresiasi dari rombongan.

Didampingi Kepala Dinas P2KBP3A Kabupaten Asahan Rahmanto S.Sos., M.Si, Kepala Dinas Perpustakaan Kabupaten Asahan Drs. Ilham MM, OPD pendamping, perangkat desa, dan unsur terkait lainnya, Ketua TP PKK Asahan meninjau sejumlah kegiatan yang berfokus pada pengembangan potensi remaja.

Kolam Ikan Remaja, Pangkas Remaja Kita, dan Bengkel Remaja Mandiri menjadi beberapa lokasi yang dikunjungi. Program-program tersebut tidak hanya menjadi sarana pelatihan keterampilan, tetapi juga diarahkan untuk membentuk karakter, meningkatkan produktivitas, dan menumbuhkan semangat kemandirian di kalangan generasi muda desa.

Selain itu, pemanfaatan lahan untuk Tanaman Obat Keluarga (TOGA) Remaja turut menjadi perhatian. Keberadaan TOGA dinilai mampu menjadi media pembelajaran bagi remaja tentang pentingnya menjaga kesehatan keluarga sekaligus melestarikan tanaman obat tradisional.

Rangkaian kunjungan juga mencakup peninjauan inovasi ATM BUGIZ (Antar Jemput Buku dan Gizi), sebuah program hasil kolaborasi Dasawisma Mawar dengan Perpustakaan Desa Cerdas Prestasi. Inovasi tersebut menghadirkan layanan literasi sekaligus edukasi gizi kepada masyarakat, sehingga diharapkan mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini.

Tak kalah menarik, Dasawisma Dahlia I memperkenalkan GEMA JAMBA atau Gerakan Matikan TV dan Gadget di Jam Ibadah. Gerakan ini mengajak setiap keluarga untuk mengurangi penggunaan perangkat elektronik pada pukul 18.00 hingga 20.00 WIB dan menggantinya dengan kegiatan ibadah, belajar, serta membangun komunikasi yang lebih hangat di lingkungan keluarga.

Dalam kesempatan itu juga dilakukan penyerahan Kartu Identitas Anak (KIA) kepada warga sebagai bentuk dukungan terhadap pemenuhan hak-hak anak dan tertib administrasi. OPD pendamping turut menyerahkan bantuan untuk mendukung keberlanjutan berbagai program desa.

Ny. Yusnila Indriati Taufik menilai inovasi yang berkembang di Desa Tanjung Asri menjadi bukti bahwa gerakan PKK dapat menjadi motor penggerak pembangunan berbasis keluarga. Menurutnya, sinergi antara pemerintah, PKK, dan masyarakat harus terus diperkuat agar tujuan mewujudkan keluarga yang berkualitas dan masyarakat Asahan yang religius, maju, dan sejahtera dapat tercapai.(bp/dil)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *