Medan, buanapagi.com – Proyek revitalisasi Lapangan Merdeka Medan kembali menuai kritik. Pembangunan yang menelan anggaran hingga Rp497 miliar dari APBD Kota Medan melalui skema multiyears dinilai belum sebanding dengan hasil yang dirasakan masyarakat. Sejumlah persoalan fisik bangunan hingga sistem drainase masih ditemukan, meski proyek diklaim hampir rampung.
Anggota Komisi IV DPRD Medan, Antonius Devolis Tumanggor, mempertanyakan keseriusan Pemko Medan dalam menyelesaikan proyek tersebut. Dalam Rapat Kerja Triwulan IV Komisi IV DPRD Medan bersama Dinas Perkimcitaru, Senin (5/1/2026), politisi NasDem itu menegaskan bahwa sorotan publik dan media terus bermunculan karena masalah tak kunjung diselesaikan. Ia mengaku melihat langsung plafon bocor saat hujan dan buruknya aliran drainase di kawasan Lapangan Merdeka.
Tak hanya revitalisasi Lapangan Merdeka, Antonius juga mengkritisi penanganan banjir di Kota Medan. Ia menyoroti pembebasan lahan yang belum tuntas, sementara Pemko Medan gencar membangun kolam retensi.
Bahkan kawasan Sei Agul, tempat tinggalnya, terendam banjir hingga 1,5 meter. “Bagaimana solusi bagi warga terdampak dan apakah ada ganti rugi? Ini harus dijelaskan,” tegas Wakil Ketua Fraksi NasDem DPRD Medan itu, Senin (5/1/2026).
Menanggapi kritik tersebut, Kadis Perkimcitaru Kota Medan Jhon Ester Lase menyatakan pembangunan Lapangan Merdeka pada prinsipnya telah selesai dan kini memasuki masa pemeliharaan. Ia menyebut banjir terjadi akibat air masuk dari pintu depan dan pompa tidak berfungsi saat listrik padam. Namun penjelasan itu dinilai belum menjawab persoalan mendasar, sebab menurut Antonius masih banyak fasilitas yang belum siap digunakan, mulai dari plafon, eskalator, kamar mandi hingga tenant pedagang.(bp1)


