Asahan, buanapagi.com – Suasana Aula Melati Kantor Bupati Asahan, Selasa sore (07/04/2026), dipenuhi semangat optimisme. Para pemangku kepentingan pendidikan, pemerintah, dan dunia kerja berkumpul dalam Talk Show Peningkatan Skill dan Kompetensi untuk membuka peluang kerja di Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI).
Kegiatan tersebut menjadi ruang diskusi strategis untuk menyelaraskan kebutuhan industri dengan kesiapan tenaga kerja lokal. Wakil Bupati Asahan Rianto SH, MAP yang hadir membuka kegiatan menegaskan pentingnya kualitas sumber daya manusia sebagai fondasi menghadapi tantangan global.
Menurutnya, persaingan dunia kerja saat ini tidak hanya menuntut kemampuan akademik, tetapi juga keterampilan praktis dan adaptasi teknologi. Oleh karena itu, ia berharap peserta dapat memanfaatkan momentum talk show untuk memperkuat kompetensi.
“Dengan peningkatan skill dan kompetensi, kita berharap tenaga kerja Kabupaten Asahan mampu bersaing dan mengisi peluang kerja yang tersedia,” ujar Rianto.
Talk show ini turut dihadiri Kepala Dinas Ketenagakerjaan Drs. Meilina Siregar MSi, Kepala Dinas Pendidikan Musa Al Bakri, perwakilan Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara, serta perwakilan perguruan tinggi dan kepala sekolah SMA/SMK.
Salah satu momen yang menarik perhatian peserta adalah penyerahan paspor kepada empat pencari kerja asal Kabupaten Asahan yang akan berangkat ke Jepang. Penyerahan tersebut bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi simbol nyata bahwa peningkatan kompetensi mampu membuka pintu kerja internasional.
Wabup Rianto menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah, dunia pendidikan, dan industri harus terus diperkuat. Ia menilai kolaborasi tersebut penting agar lulusan sekolah memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan lapangan kerja.
Rangkaian kegiatan dimulai dengan menyanyikan Indonesia Raya dan doa, dilanjutkan dengan sesi diskusi serta foto bersama. Dalam diskusi, peserta membahas strategi penyelarasan kurikulum pendidikan dengan kebutuhan industri, termasuk penguatan soft skill seperti komunikasi, disiplin, dan etos kerja.
Talk show ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam menciptakan tenaga kerja yang siap pakai. Dengan kolaborasi yang kuat, Kabupaten Asahan optimistis mampu mencetak generasi produktif yang tidak hanya siap bersaing di tingkat nasional, tetapi juga di pasar kerja global.(bp/dil)



