Ekonomi

OJK, LPS, dan BPS Pastikan Kualitas Data SNLIK 2026

Bekasi, buanapagi.com — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dan Badan Pusat Statistik (BPS) melaksanakan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) Tahun 2026 untuk memastikan tersedianya data yang akurat dan objektif sebagai dasar kebijakan literasi dan inklusi keuangan nasional.

Pemantauan pelaksanaan SNLIK 2026 dilakukan di Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat, Senin (9/2), dan dihadiri Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK selaku Pejabat Sementara Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi, Ketua Dewan Komisioner LPS Anggito Abimanyu, serta Kepala BPS RI Amalia Adininggar Widyasanti.

Friderica menyampaikan, SNLIK 2026 menjadi penting karena tingkat literasi dan inklusi keuangan berkorelasi dengan kesejahteraan masyarakat. Tahun ini, pelaksanaan SNLIK melibatkan LPS untuk pertama kalinya sesuai amanat Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU PPSK).

Selain itu, SNLIK 2026 juga menghadirkan pembaruan dengan penyusunan indeks literasi dan inklusi keuangan hingga tingkat provinsi, sehingga setiap daerah dapat mengetahui posisi dan kontribusinya dalam peningkatan literasi dan inklusi keuangan.

Anggito Abimanyu menambahkan, jumlah responden SNLIK 2026 meningkat signifikan dari 10.000 menjadi 75.000 responden yang tersebar di seluruh provinsi. Peningkatan jumlah sampel ini bertujuan menghasilkan data yang lebih akurat dan memperluas basis analisis hingga tingkat provinsi.

Sementara itu, Amalia Adininggar Widyasanti mengapresiasi kolaborasi OJK, LPS, dan BPS dalam pelaksanaan SNLIK 2026. Dengan cakupan 75.000 responden, survei ini akan menghasilkan Indeks Literasi dan Inklusi Keuangan hingga tingkat provinsi di 38 provinsi se-Indonesia.

Pendataan SNLIK 2026 dilaksanakan pada 4–18 Februari 2026, menyasar responden berusia 15–79 tahun di 514 kabupaten/kota dengan total 7.500 Satuan Lingkungan Setempat (SLS). Pendataan dilakukan secara tatap muka menggunakan aplikasi Computer Assisted Personal Interviewing (CAPI) oleh 2.744 Petugas Pendata Lapangan dan 1.016 Petugas Pemeriksa Lapangan.

Hasil SNLIK 2026 akan menggambarkan kondisi literasi dan inklusi keuangan masyarakat Indonesia tahun 2025 serta menjadi dasar pencapaian target literasi dan inklusi keuangan nasional sebagaimana ditetapkan dalam RPJMN 2025–2029 dan RPJPN 2025–2045. (bp1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *