Oleh: Lina Marpaung
Pembangunan daerah tidak pernah bisa dilepaskan dari peran lembaga keuangan. Di Sumatera Utara, Bank Pembangunan Daerah (BPD) Sumut atau Bank Sumut memegang posisi strategis bukan hanya sebagai institusi perbankan, tetapi juga sebagai mitra pembangunan pemerintah daerah. Peran ini semakin relevan di tengah tantangan ekonomi global, kebutuhan penguatan sektor unggulan, serta tuntutan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
Sebagai bank milik pemerintah daerah, Bank Sumut memiliki mandat ganda. Di satu sisi, bank ini dituntut untuk tetap sehat dan profesional secara bisnis. Di sisi lain, Bank Sumut diharapkan mampu menjadi penggerak ekonomi daerah dengan mendorong sektor-sektor unggulan serta mendukung agenda pembangunan yang telah dirumuskan pemerintah daerah, termasuk lima pilar pembangunan Sumatera Utara.
Kontribusi Bank Sumut terhadap sektor unggulan daerah dapat dilihat dari fokus pembiayaan yang diarahkan pada sektor-sektor produktif. Sektor pertanian, perkebunan, perikanan, dan peternakan yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi Sumatera Utara, mendapat perhatian melalui berbagai skema kredit. Pembiayaan ini tidak hanya membantu petani dan pelaku usaha kecil menjaga keberlanjutan usaha, tetapi juga meningkatkan nilai tambah ekonomi di tingkat lokal.
Selain sektor primer, Bank Sumut juga berperan dalam mendukung Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). UMKM merupakan tulang punggung ekonomi daerah yang menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar. Melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan produk pembiayaan lainnya, Bank Sumut mendorong UMKM untuk naik kelas, memperluas pasar, dan meningkatkan daya saing. Dukungan ini menjadi krusial, terutama bagi pelaku usaha lokal yang seringkali menghadapi keterbatasan akses permodalan.
Sektor perdagangan dan jasa juga tidak luput dari perhatian. Pembiayaan untuk pedagang pasar, pelaku usaha ritel, hingga sektor pariwisata turut memperkuat ekosistem ekonomi daerah. Dengan potensi pariwisata Sumatera Utara yang besar, mulai dari Danau Toba hingga destinasi unggulan lainnya, peran perbankan daerah dalam menyediakan pembiayaan yang adaptif menjadi faktor penting dalam mendorong pertumbuhan sektor ini.
Di sisi lain, kontribusi Bank Sumut juga tercermin dalam dukungannya terhadap lima pilar pembangunan daerah. Pilar pertama, peningkatan kualitas sumber daya manusia, didukung melalui pembiayaan sektor pendidikan dan layanan keuangan yang mendorong literasi serta inklusi keuangan. Akses ke layanan perbankan yang lebih luas membantu masyarakat mengelola keuangan dengan lebih baik dan membuka peluang ekonomi baru.
Pilar kedua, penguatan ekonomi daerah, menjadi ruang utama kontribusi Bank Sumut. Dengan menyalurkan kredit ke sektor unggulan dan UMKM, bank ini membantu menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Perputaran dana di daerah meningkat, pendapatan masyarakat bertambah, dan ketergantungan terhadap sektor-sektor tertentu dapat dikurangi.
Pilar ketiga, pembangunan infrastruktur dan konektivitas, juga mendapat dukungan melalui pembiayaan proyek-proyek strategis daerah. Bank Sumut berperan sebagai mitra pembiayaan pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan infrastruktur yang berdampak langsung pada aktivitas ekonomi, seperti jalan, pasar, dan fasilitas publik lainnya.
Selanjutnya, pilar keempat, tata kelola pemerintahan yang baik, diperkuat melalui peran Bank Sumut sebagai pengelola keuangan daerah. Layanan perbankan yang transparan, akuntabel, dan berbasis digital membantu pemerintah daerah meningkatkan efisiensi pengelolaan keuangan serta kualitas pelayanan publik.
Pilar kelima, pembangunan berkelanjutan dan berwawasan lingkungan, menjadi tantangan sekaligus peluang. Bank Sumut mulai mendorong pembiayaan yang memperhatikan aspek keberlanjutan, termasuk mendukung usaha ramah lingkungan dan pengelolaan sumber daya alam yang bertanggung jawab. Langkah ini penting untuk memastikan pertumbuhan ekonomi tidak mengorbankan kelestarian lingkungan.
Namun demikian, peran strategis Bank Sumut tentu tidak lepas dari tantangan. Persaingan industri perbankan yang semakin ketat, tuntutan digitalisasi layanan, serta kebutuhan menjaga kualitas kredit menjadi pekerjaan rumah yang harus terus diantisipasi. Bank Sumut dituntut untuk terus berinovasi agar tetap relevan, sekaligus menjaga keseimbangan antara orientasi bisnis dan fungsi pembangunan.
Ke depan, Bank Sumut diharapkan mampu memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat. Pendekatan yang lebih proaktif, berbasis kebutuhan sektor unggulan, serta didukung tata kelola yang kuat akan memperbesar dampak kehadiran Bank Sumut bagi pembangunan daerah.
Pada akhirnya, keberhasilan Bank Sumut tidak hanya diukur dari kinerja keuangan semata, tetapi juga dari sejauh mana bank ini mampu menjadi motor penggerak ekonomi Sumatera Utara. Dengan kontribusi nyata pada sektor unggulan dan dukungan terhadap lima pilar pembangunan, Bank Sumut memiliki peran penting dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan.

