Ekonomi

Harga Cabai Merah Dan Daging Sapi Naik, Masih Dalam Rentang Angka Keekonomian

Medan, buanapagi.com – Berdarkan pemantauan melalui PIHPS (pusat informasi harga pangan strategis), harga cabai merah alami kenaikan di pekan ini. Sejak hari senin terjadi kenaikan harga cabai merah dari rata-rata sebelumnya 23.100 per Kg (23/01) di kota medan, saat ini ditransaksikan dikisaran harga 29.400 per Kg. Dan berdasarkan hasil pengamatan langsung di salah satu pedagang tanjung morawa Deli Serdang, yang membandrol harga 19 ribu per Kg pada akhir pekan, saat ini menjual cabai merah 25 ribu per Kg.

Bahkan kenaikan harga cabai merah di awal pekan ini (senin) sempat menyentuh 37 ribu per Kg di kota lubuk pakam. Kenaikan harga cabai merah sudah diproyeksikan jauh hari, pemicunya adalah gangguan supply yang diakibatkan oleh bencana alam pada November silam. Pada dasarnya Sumut tidak kekurangan pasokan cabai merah, hanya saja cabai merah yang dihasilkan mengalami penurunan karena bencana, dan dipastikan membuat demand cabai merah ke petani alami lompatan.

“Namun sejauh ini kenaikan harga cabai merah masih dalam rentang harga kewajaran (harga keeknomian). Tidak perlu direspon dengan melakukan intervensi pasar seperti yang pernah dilakukan oleh Pemprovsu sebelumnya. Harga keekonomian cabai merah berada dalam rentang 28 hingga 33 ribu per Kg di level pedagang pengecer”, ujar pengamat ekonomi Sumut Gunawan Benyamin, Selasa (27/1/2026).

Tidak melulu harus mempertimbangkan kepentingan konsumen yang menginginkan harga cabai murah. Dan kita harus memahami bahwa saat cabai murah petani yang dirugikan, dan bisa berpotensi memicu kenaikan harga cabai di masa yang kaan datang. Pada prinsipnya history repeats itself, atau sejarah akan berulang dengan sendirinya.

Selain harga cabai merah,sebutnya, harga daging sapi di kota medan juga terpantau alami kenaikan. Berdasarkan pemantauan melalui PIHPS, harga danging sapi naik sekitar 2.500 hingga 10.000 per Kg di level pedagang pengecer. Pedagang di pasar sukaramai, petisah, pusat pasar, dan brayan terpantau telah menaikkan harga jual daging sapinya.

“Kenaikan harga daging sapi dipicu oleh masalah pada kenaoikan biaya produksinya. ISu pembentukan harga daging sapi masih sama yakni mahalnya harga jagung yang mendorong kenaikan harga pakan gaplek. Dan kenaikan harg ajual daging sapi masih dalam batas angka keekonomiannya. Pada asarnya harga kebutuhan pangan akan selalu mencari titik keseimbang baru mengikuti dinamika pasar”, pungkasnya. (bp1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *