Jakarta, buanapagi.com – Direktorat Jenderal Survei dan Pemetaan Pertanahan dan Ruang (Ditjen SPPR) melaksanakan Coffee Morning Dialog Kinerja Ditjen SPPR Tahun 2026 dalam rangka menyambut tahun baru 2026. Pada kesempatan ini, Direktur Jenderal SPPR, Virgo Eresta Jaya, menyampaikan bahwa resolusi tahun baru Ditjen SPPR diwujudkan dalam bentuk perumusan Key Performance Indicator (KPI) untuk menilai pencapaian target. “New year, new us, and new me. KPI akan dirumuskan dari unit Eselon I hingga staf,” pungkasnya.
Sekretaris Direktorat Jenderal SPPR, Yoga Suwarna, menjelaskan bahwa KPI menilai kinerja individu dalam mendukung keberhasilan kinerja organisasi, bukan sekadar uraian tugas serta perilaku yang ditunjukkan di lingkungan kerja. Dengan adanya KPI yang jelas, diharapkan target pendaftaran tanah, penyelesaian tunggakan, maupun pemenuhan data spasial dapat segera tercapai.
Pada kesempatan ini, turut dilakukan pembahasan matriks peran hasil unit Eselon II di lingkungan Ditjen SPPR. Direktur Pengukuran dan Pemetaan Kadastral, Hendy Pranabowo, menyampaikan kesiapannya untuk memenuhi target kinerja. “Target cakupan bidang tanah yang terpetakan valid tahun 2026 seluas 7 juta hektar dapat diwujudkan dengan dukungan anggaran, Kantor Jasa Surveyor Berlisensi (KJSB), dan kreativitas penyelesaian,” ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, Direktur Pengukuran dan Pemetaan Dasar Pertanahan dan Ruang, Farid Hidayat, mengungkapkan bahwa direktorat teknis bahu-membahu mewujudkan target kinerja yang saling beririsan. Salah satunya terkait penyelesaian KW 4, 5, dan 6 sebanyak 6 juta bidang.
Di sisi lain, Direktur Survei dan Pemetaan Tematik, Agus Apriawan, memandang bahwa perumusan indikator telah sesuai dengan semangat hilirisasi dan modernisasi data pertanahan dan ruang. “Terkait peningkatan akses pada portal bhumi.atrbpn.go.id dan igtpr.atrbpn.go.id, perlu dilakukan koordinasi dengan Pusat Data dan Informasi Pertanahan dan Ruang (Pusdatin) untuk mengemas informasi tematik yang penting dan bermanfaat bagi stakeholder,” ungkapnya. Lebih lanjut, Agus berharap informasi tematik dapat diakses melalui portal Bhumi dalam bentuk layer tematik pada tahun ini.
Di akhir sesi, Sekretaris Direktorat Jenderal SPPR mengingatkan seluruh pegawai untuk tetap menjaga kualitas data yang dihasilkan. “Meskipun target kinerja tinggi, kita tetap harus menjaga kualitas data dan produk yang dihasilkan,” tutup Yoga.(bp/ril)




