Binjai, buanapagi.com – Kota Binjai sempat dihobohkan atas adanya ditemukan seorang mayat berjenis kelamin perempuan di kamar kos-kosan Tamtama, Jalan Tamtama Blok D Nomor 03 Kelurahan Satria Kecamatan Binjai Kota, provinsi Sumatera Utara, Jumat (29/8) pukul 13.00 siang hari.
Adapun identitas mayat tersebut yaitu : ATMINI (32), PR, mengurus rumah tangga, alamat di Jalan Muara Tanjung Barat, Kelurahan Jagakarsa, Kecamatan Jakarta Selatan, DKI Jakarta.
Setelah tim INAFIS Polres Binjai melakukan olah tempat kejadian perkara di kamar kos-kosan, kemudian satreskrim polres Binjai langsung membawa mayat perempuan tersebut ke RS. Bhayangkara Polda Sumut guna dilakukan autopsi.
Dari hasil otopsi terhadap jenazah ditemukan adanya tanda-tanda yang mencurigakan terhadap kematian korban, sehingga sat Reskrim langsung bentuk tim untuk melakukan penyelidikan.
Hasil Penyelidikan, Tim Cobra satreskrim Polres Binjai menemukan titik terang terhadap terduga pelaku pembunuhan tersebut. Kemudian Tim Cobra dibawah pimpinan kasat reskrim AKP Hizkia Siagian, STK SIK MSi., beserta anggotanya mengendus keberadaan pelaku, saat itu juga tim melakukan penangkapan terhadap seorang laki-laki dengan inisial RUS (19) di TKP jalan Gunung Karang, Kelurahan Binjai Estate Kecamatan Binjai Selatan, kota Binjai, Jumat (29/8) pukul 23.30 wib, malam hari.
” Motif pelaku (RUS) melakukan pembunuhan terhadap korban (ATMINI) dikarenakan sakit hati karena dikatakan miskin oleh korban dan akhirnya pelaku melakukan pembunuhan dengan cara mencekik leher korban sampai tidak bernafas.
” Setelah pelaku memastikan korban sudah meninggal dunia, kemudian pelaku pergi meninggalkan TKP dengan menggunakan aplikasi gojek selanjutnya menjualkan HP milik korban yang sudah diambilnya, akunya RUS.
Terhadap terduga pelaku RUS (19) saat ini sudah diamankan di satreskrim polres Binjai dan dipersangkakan melanggar pasal 338 KUHP atau pasal 365 ayat (3) ancaman hukuman 15 Tahun kurungan, tegas Kapolres Binjai.
Sesuai keterangan Kapolres Binjai AKBO Bambang C. Utomo SH SIK MSi, pelaku pembunuhan ini bisa cepat terungkap berkat informasi dan bantuan dari masyarakat setempat, ujarnya.
Salah salah seorang warga mengatakan kepada awak media “kost-kost ini diduga kerap dijadikan tempat orang-orang kumpul kebo dan dan disinyalir tempat perdagangan manusia” masyarkat berharap supaya Aparat Penegak Hukum (APH) lebih giat lagi dalam menertibkan kost-kostsan yang ada di Kota Binjai, dengan cara sering merazia kos-kosan yang ada di Kota Binjai. (Lala)